Pada 27 Oktober 2024, KEBUMI bersama IKRA menggelar seminar bertema “Health Sustainability, Climate Crisis & Energy Justice” di IKRALAND Education Center, Sumedang. Acara ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hubungan antara kesehatan, krisis iklim, dan keadilan energi.
Apa itu IKRALAND?
IKRALAND adalah kawasan yang dikelola oleh IKRA, yayasan alumni Fakultas Kedokteran UNPAD. Kawasan ini dirancang sebagai laboratorium pelestarian lingkungan dan ekosistem. Di sini, berbagai inovasi dilakukan:
-
Konservasi keanekaragaman hayati
-
Pengelolaan sumber daya alam
-
Pertanian berkelanjutan
Tujuannya sederhana tapi penting: menciptakan model dan prototipe yang bisa diterapkan di banyak tempat, lalu dilatihkan kepada komunitas agar masyarakat bisa ikut menjaga keseimbangan ekosistem.
Seminar ini diikuti sekitar 35 peserta dari berbagai elemen masyarakat, antara lain:
-
Tenaga kesehatan (Kepala Puskesmas Paseh dan perwakilan binwilkes)
-
Kader posyandu Desa Padanaan dan TP PKK Pokja 4 bidang kesehatan
-
Guru-guru dari SDN Nyalindung, SDN Sidaraja, MTs Ma’arif Sidaraja
-
Karang Taruna Desa Padanaan
-
Perwakilan Bum Desa Cijambe
Kehadiran beragam peserta ini menunjukkan bahwa isu kesehatan dan iklim bukan hanya urusan tenaga medis, tetapi juga tanggung jawab bersama.
Seminar dibagi dalam beberapa sesi dengan materi yang menarik dan relevan:
-
dr. Raynaldy Budhy Prabowo, MM (KEBUMI) Menjelaskan tentang Health Sustainability, Climate Crisis & Energy Justice, termasuk isu kekeringan di Sumedang.
-
dr. Rahmatullah Sidik (MPKU Sumedang) Membahas peran tenaga kesehatan dalam mencegah dampak kekeringan dan polusi udara terhadap masyarakat.
-
Anita Budiyanti, S.Hut (Dinas Kehutanan) Menyoroti dampak pembangunan bendungan dan jalan tol terhadap krisis iklim, serta langkah penanggulangannya.
-
Hasna Silmi Ramadhani, S.Si (IKRALAND) Memaparkan tentang aksi iklim yang dilakukan di IKRALAND.
-
Raudina Izzah, SKM (KEBUMI Advocacy Team) Menjelaskan cara membangun kesadaran iklim melalui komunikasi, agar aksi iklim bisa dipublikasikan dan dipahami masyarakat luas.
Selain diskusi dan berbagi data, seminar ini juga melahirkan 4 Climate Champion. Mereka adalah individu yang akan menjadi penggerak edukasi iklim, khususnya bagi siswa-siswi dalam kegiatan science camp.
Seminar ini menegaskan bahwa kesehatan, iklim, dan energi saling terkait. Kekeringan, polusi, hingga pembangunan infrastruktur bisa berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Dengan kolaborasi lintas sektor, seperti yang dilakukan KEBUMI dan IKRA, kita bisa menciptakan solusi yang lebih adil, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi semua.
“Menjaga kesehatan berarti juga menjaga bumi. Karena bumi yang sehat, adalah rumah bagi manusia yang sehat.”