Edukasi Kesehatan dan Lingkungan dari KEBUMI
KEBUMI terus konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya tenaga kesehatan dan akademisi, tentang pentingnya menjaga kesehatan sekaligus lingkungan. Melalui berbagai seminar, KEBUMI berupaya membangun kolaborasi positif, memperluas jaringan kerja sama, dan menumbuhkan kesadaran bersama untuk menghadapi tantangan iklim dan kesehatan.
Perubahan iklim yang terjadi di berbagai daerah Indonesia menjadi alasan kuat bagi KEBUMI untuk terus bergerak. Edukasi ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga para pembuat kebijakan di daerah, agar solusi yang dihasilkan bisa lebih nyata dan berdampak luas.
Pada 10 Maret 2024, KEBUMI berkolaborasi dengan Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) menggelar seminar hybrid bertema “Health Sustainability, Climate Crisis & Culture” di Universitas Tanjungpura (UNTAN), Pontianak, Kalimantan Barat.
Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Faradiba, S.Hut., M.Si, Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN, serta peserta dari berbagai komunitas di Kalimantan Barat. Dengan format webinar, seminar ini berhasil menjangkau lebih banyak orang, baik yang hadir langsung maupun secara online.
ASRI sendiri adalah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang planetary health. Mereka mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan pelestarian hutan hujan tropis bernilai konservasi tinggi. Mengapa hutan penting? Karena hutan hujan tropis berperan besar dalam menjaga keseimbangan iklim dunia. Dengan menjaga hutan, kita juga menjaga kesehatan manusia dan bumi.
Seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara berpengalaman dengan topik yang beragam:
-
Dr. Suherman, MKM (KEBUMI-IHPHNET)
Membahas tentang krisis iklim dan kesehatan, serta bagaimana membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. -
Laetania Belai Djandam (Health Care Without Harm)
Menjelaskan hubungan antara kesehatan, iklim, keberlanjutan, dan budaya. -
Ahmad Sofian (LPS-AIR)
Mengangkat tema lanskap, masyarakat, dan perubahan iklim, termasuk bagaimana budaya lokal seperti syair dan literasi di Pontianak mencerminkan hubungan manusia dengan alam. -
Etty Rahmawati (ASRI)
Menjelaskan keterkaitan antara hutan, kesehatan, dan budaya. -
Dr. Sari Agustine (ASRI)
Membahas bagaimana organisasi bisa berperan dalam membangun pelayanan kesehatan yang sadar iklim dan berkelanjutan.
Seminar “Health Sustainability, Climate Crisis & Culture” di Pontianak menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor—antara akademisi, tenaga kesehatan, organisasi, dan masyarakat—sangat penting untuk menghadapi krisis iklim.
KEBUMI bersama ASRI menunjukkan bahwa dengan edukasi, budaya, dan aksi nyata, kita bisa mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan alam yang tetap lestari.