Pada Sabtu, 21 Desember 2024, KEBUMI bersama GreenFaith Indonesia mengadakan seminar bertema “Health Sustainability, Climate Crisis & Clean Energy Transition” di RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon. Acara ini didukung oleh MPKU PWM Jawa Barat dan RSU UMC, serta menghadirkan beragam pihak: praktisi kesehatan, pejabat pemerintah, ulama, hingga aktivis lingkungan.
Tujuan seminar ini sederhana namun penting: mencari solusi kesehatan dan keberlanjutan lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor.
Peserta seminar berasal dari berbagai latar belakang. Ada tenaga kesehatan, perwakilan dinas, tokoh agama, hingga komunitas lingkungan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu kesehatan dan krisis iklim bukan hanya urusan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.
Sesi pertama dipandu oleh KEBUMI dengan materi yang sangat relevan:
-
dr. Ade Fadil Fajargumelar, M.M.R. (RSU UMC) Menjelaskan peran tenaga kesehatan dalam mencegah dampak polusi udara terhadap masyarakat Cirebon.
-
Fifi Erneti, S. Sos (Dinas Lingkungan Hidup Kab. Cirebon) Membahas krisis iklim, isu lingkungan, dan pentingnya transisi energi bersih.
-
Dedi Supriyatnataris, MKM (Dinas Kesehatan Kab. Cirebon) Menyampaikan strategi adaptasi sektor kesehatan menghadapi dampak krisis iklim.
-
Rafaela Xaviera (Yayasan Cerah Indonesia) Mengajak peserta untuk membangun kesadaran iklim lewat komunikasi aksi iklim (climate action).
Sesi kedua dipandu oleh GreenFaith Indonesia, dengan fokus pada peran agama dan komunitas:
-
Kiai Parid Ridwanudin (GreenFaith Indonesia) Menjelaskan perspektif agama dalam keadilan iklim, bahwa menjaga bumi adalah bagian dari iman.
-
Kang Iwang (WALHI Jawa Barat) Membahas pentingnya membangun kekuatan komunitas untuk menghadapi krisis iklim bersama-sama.
Dalam penutupan, Parid Ridwanuddin menegaskan bahwa transisi energi bukan hanya kewajiban lingkungan, tetapi juga tanggung jawab moral dan iman. Islam mengajarkan untuk mencegah kerusakan, sehingga energi bersih dan berkeadilan adalah amanah yang harus diwujudkan.
Seminar ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor—antara tenaga kesehatan, pemerintah, agama, dan komunitas—adalah kunci menghadapi tantangan perubahan iklim.
Seminar ini mengingatkan kita bahwa:
-
Kesehatan dan lingkungan saling terkait. Polusi dan krisis iklim berdampak langsung pada tubuh manusia.
-
Transisi energi bersih adalah solusi. Dengan energi ramah lingkungan, kita bisa menjaga bumi sekaligus kesehatan masyarakat.
-
Kolaborasi adalah kekuatan. Semua pihak, dari tenaga medis hingga tokoh agama, punya peran penting dalam menjaga keberlanjutan hidup.
“Menjaga kesehatan berarti juga menjaga bumi. Karena bumi yang sehat adalah rumah bagi manusia yang sehat.”